Butuh ide untuk posting? Bagikanlah artikel blogmu (tulis ulang-apa saja) di blog-id.com, namun harus bermanfaat dan tidak spamming anda bebas untuk mempromosikan blog anda di akhir post.

Fa'il Dalam Bahasa Arab, Macam-macam Fa'il dan I'robnya

Fa’il dalam kaidah ilmu nahwu adalah isim (kata benda) yang menunjukkan pelaku sebuah perbuatan atau pekerjaan, atau secara sedrhananya fa’il kita sebut dengan pelau atau subyek.

Macam-macam Fa'il dan contohnya:
Dalam ilmu nahwu fa’il di bagi menjadi 2 bagian pokok, yaitu:

--> Fa’il dalam bentuk isim zahir (nampak), yaitu fa’il atau pelaku yang isim zahir atau alam (nama orang), contohnya dalam kalimat:
سافر المسافرون
Orang yang musafir itu telah pergi atau berangkat
هاجرت المؤمنةُ
Orang / perempuan mukminah itu telah hijrah.
Keterangan:
Kata al-Musafiruun dan kata al-Mukminah pada dua jumlah/kalimat di atas adalah posisinya sebagai fa’il / pelaku atau disebut juga subjek suatu perbuatan.

--> Fa’il mudmar, yaitu fa’il yang datang dalam bentuk dhamir atau kata ganti, beriku contoh-contohnya :
أحببتُ أخي
Aku mencintai saudaraku
كتبنا الرسالة
Kami menulis surat

Keterangan:
Pada kalimat / jumlah yang pertama fa’il/pelakunya adalah berupa dhamir/kata ganti yaitu berupa huruf “ta’” sedangkan pada kalimat kedua fa’il atau subjeknya adalah dhamir / kata ganti yaitu dhamir “naa al-mutakallimin” sehingga dalam dua kalimat di atas fa’ilnya adalah berupa isim dhamir atau kata ganti.
Contohnya dalam al-Quran (fa'il dalam bentuk dhomir):

والوالدات يرضعن أولادهن

Fa'il dari kata yurdi'na adalah dhamir nun niswah.

Dhamir yang menjadi fa’il sebagaimana dalam kalimat bahasa arab di atas adakalnya berbentuk isim dhamir yang bariz / nampak, contohnya adalah sebagaimana dalam 2 kalimat di atas, namun ada kalanya dhamir yang menjadi fa’il itu kadang berbentu dhamir yang mustatir / tersembunyi, contohnya dalam kalimat bahasa arab:
الحقُّ ظهر
Kebenaran itu telah nampak
العدل ينتشر
Keadilan itu menyebar
Keterangan:
Pada dua kalimat bahasa arab di atas, fa’il masing-masing fi’il di atas atas adalah dhamir / kata ganti yang mustatir / tersembunyi. Pada kalimat pertama fa’ilnya adalah dhamir “huwa” yang mustatir / tersembunyi yang diperkirakan yaitu dahmir “huwa” yang kembali kepada kata al-Haqqu, sedangkan pada kalimat yang kedua fa’ilnya adalah juga dhamir “huwa” yang kembali kepada kata al-Adlu.

Ada pertanyaan yang muncul, mengapa bukan kata “al-Haqqu” pada kalimat pertama dan kata “al-Adlu” pada kaliat kedua yang jadi fa’il?
Jawabannya, karena dalam bahasa arab fa’il itu haruslah datang setelah fi’il dan tak ada fa’il yang datang sebelum fi’il / kata kerja.

I’rob Fa’il
Fa’il selalu marfu selamanya. tanda rofa’ bisa berupa dhommah, wawu, alif dan lainnya.
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.